23 Februari, 0:11

If i got the chance to restart anything that i felt guilt for was the interactions that i make with people and how i react to things.

Beberapa hari ini jadi punya kesadaran kalau misalkan kita dapat mengontrol apa yang kita keluarkan. Mungkin di beberapa momen energi dan respon yang diberikan berlebihan, tapi ada saatnya untuk step back. Seneng banget 2026 bahkan belum setengah atau seperempat jalan, tapi udah dikasih banyak banget pelajaran. Tahun lalu mungkin memang waktu perenungan yang dimiliki belum banyak, jadi terlambat proses mikirnya. Cuman tahun ini rasanya kaya dapet berkah untuk bisa pake kacamata lain.

Mengetik paragraf sebelumnya dengan penuh kesadaran dan terdengar seperti seorang hipokrit, well fuck it, kayanya kesempatan buat mikir dan merenung perlu dihargai dan mungkin dalam kasus ini, ditulis supaya tau sebenernya udah sampai mana supaya ga mundur lagi. Kuda api bukan berarti semuanya harus cepet dan keburu-buru. Kali ini sadar, memang harus berhenti atau pause.

Tai banteng kalau misalkan dari kelakuan juga ga jadi cerminan, tapi setidaknya nyoba buat tau dan belajar and take some times off from the things that bother and put too much pressure on me. Ga semua hal itu salah lo dan ga semua hal perlu lu pikirin seakan akan lu ada di dalamnya. I learned a lot.

Ada beberapa waktu di mana kadang hal yang di pikiran itu kaya penuh seakan-akan tau semuanya ternyata gaada. Hal kaya gini ngga cuman dari bank pengalaman aja atau dari kompilasi pemikiran seorang. Pengalaman ini muncul karena saat tambah baca dan tau informasi justru jadi gatau. Mungkin paragraf ini gaakan nyambung sama paragraf sebelumnya, tapi once again fuck it, aku punya semua hak untuk nulis di kolom ini semauku dan sebisa mungkin dapat menerjemahkan dari apa yang aku pikirkan.

Setidaknya itu yang baru jadi renungan, semoga ketemu lagi hasil renungan baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mulai dari pertanyaan

ni gatau apaan

25/4 - 26/4